Sungai Itu Seperti Diriku Oleh Amir Machmud NS

Pendidikan —Sabtu, 21 Aug 2021 10:40
    Bagikan  
Sungai Itu Seperti Diriku Oleh Amir Machmud NS
Image/ Pinterest

MANDALIKA, DEPOSTMANDALIKA

Oleh: Amir Machmud NS


CAHAYA YANG MENYIRAM

tentu tak secara tiba-tiba cahaya itu mengurung rongga hidupku. Siapa yang mampu menelusupkan sinar dari celah yang aku sendiri pun tak menemukannya?

aku takkan mengurainya. Biarlah cahaya itu menjadi seperti ruap matahari pagi yang menyiramkan energi hangat tubuh dan menyegarkan angan

dalam terangnya kutemukan rasa. Dalam rasa kucecap kehangatan. Takkan kusoal dari mana ia tiba. Kudapatkan rekah nikmat pori-pori yang kini memancar menjadi kiblat pikiran, pelan-pelan meninggalkan kusam masa lalu

di depan, kuyakin cahaya itu makin menyiramkan makna.
(2021)

Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 21 Agustus 2021 Scorpio Perlu Mengevaluasi Beberapa Hal, Capricorn Jangan Mudah Menilai Seseorang

Baca juga: Lukaku Siap Melukai Siapa pun


SUNGAI ITU SEPERTI DIRIKU

sungai itu seperti hidupku. Gemericik airnya sabar menghalau waktu yang pernah bergemuruh. Kini betapa dia mengalun tenang sebening itu

pernah dia meriuh hiruk pikuk. Mengempas banjir menyingkirkan bebatu dan ranting-ranting lepas bersilangan. Warnanya keruh kuning kecokelatan seperti jiwa yang meronta

sungai itu seperti diriku. Kulihat pada titik tenang dan pada amuk air. Tapi kucoba menjadi gemericik bening. Tapi kubertahan agar tak lagi membawa warna keruh kuning itu.
(2021)


WAKTU, DALAM KETIADAAN

kehadirannya adalah ketiadaan. Begitulah waktu berhenti di simpul makna. Tapi ia pergi lagi. Lalu pergi, lalu pergi

tak lagi bisa kueja. Sia-sia puisi menerjemahkan. Malam sudah terlalu dalam menyurukkan entah ke bibir mimpi atau ke sesingkap kesadaran. Ia hanya menjadi ketiadaan

tapi bisa kurasakan muramnya. Waktu tak juga meninggalkan kesia-siaan. Kadang
ia memberi jeda perjalanan. Bukan sama sekali berhenti

: apakah nasib sudah memastikan
atau takdir telah menggariskan?
(2021)


-- Amir Machmud NS, wartawan senior, dosen, dan penulis buku. Dia telah menerbitkan 20 buku, tiga di antaranya antologi puisi: Tembang Kegelisahan (2020), Percakapan dengan Candi (2021), dan Kematian, Setiap Kali (2021).

Baca juga: Resep Makanan: Cara Membuat Sate Udang Manis Cocok Untuk Makan Siang

Baca juga: Kreatif! Penggiat Wisata Pilih Sungai Batu Lumpang Jadi Lokasi Ucapara dan Pengibaran Bendera Merah Putih

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait