Sade Vilage: Desa Tenun Tradisional dan Adat Suku Sasak Lombok

Wisata —Kamis, 22 Jul 2021 16:28
    Bagikan  
Sade Vilage: Desa Tenun Tradisional dan Adat Suku Sasak Lombok
foto: disbudpar.ntbprov.go.id

MANDALIKA, DEPOSTMANDALIKA

Sade Vilage atau Desa Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di kalangan wisatawan yang datang ke Lombok.

Lombok memang menjadi salah satu tempat yang kaya dengan destinasi wisata tidak hanya memiliki wisata alam seperti pantai, air terjun, atau gunung, tetapi juga memiliki wisata yang erat dengan sejarah Lombok itu sendiri.Jika berbicara tentang sejarah, Desa Sade adalah jawaban untuk Anda yang ingin tahu sejarah tentang Lombok.

Dinas Pariwisata setempat menjadikan Sade sebagai desa wisata karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang menjadi penghuninya. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Dapat dikatakan, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menampilkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. “Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian diolesi kotoran kerbau. Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air.

Daya Tarik Sade Village

BACA JUGA: Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 3: Tanggal Rilis, Harga, dan Spesifikasi

Rumah Adat Lombok

Tentu saja ketika berkunjung di desa adat, pasti di sana ada rumah adat daerah setempat. Rumah warga desa ini merupakan bangunan tradisional yang terbuat dari ijuk atau dari ilalang kering. Sedangkan temboknya terbuat dari anyaman bambu. Lantainya sendiri dibiarkan saja, alias beralaskan tanah, benar-benar tradisional sekali. Rumah-rumah ini merupakan arsitektur khusus dari salah satu suku yang ada di Lombok yaitu Sasak.

Suku Sasak memiliki bangunan tradisional yang mirip sebuah kubu namun sedikit berbentuk rumah dengan segitiga di atasnya. Di dalam rumah, biasanya terdapat 3 petak, yaitu bagian depan untuk kamar anak laki-laki dan orang tua, kedua yaitu dapur, digunakan juga untuk umbun dan tempat tidur anak perempuan, serta yang terakhir merupakan ruangan kecil yang digunakan ibu ketika melahirkan.
Tenun Khas Lombok

Ini dia budaya yang sangat menonjol di desa ini. Jadi jangan heran ketika Anda melihat banyak hasil tenun di desa tersebut. Alasannya sederhana, itu karena warga setempat sering menenun sehingga Anda bisa melihat berbagai hasil tenun serta cara pembuatannya seperti apa. Para penenunnya adalah wanita, mulai dari yang tua sampai yang muda. Bahkan ada yang masih belum berumur 10 tahun. Jika Anda tertarik untuk melihat cara pembuatannya, silakan keliling desa atau Anda bisa memberi kain khas lombok kemudian memberikan kepada si pembuat.

BACA JUGA: Kabar Baik untuk Gamers! Steam Deck Mendapat Pembaruan Spesifikasi

Proses pembuatannya sendiri terbilang tradisional, mulai dari pemintalan benang, mewarnai benang dengan bahan alami, sampai akhirnya proses penenungan. Pakaian yang digunakan di sana pun merupakan pakaian tradisional. Biasanya digunakan ketika ada acara tertentu, tetapi di desa ini, pakaian tradisional digunakan sehari-hari.

Untuk masuk ke Desa ini tidak berbayar. Namun, kemungkinan perubahan gratis menjadi berbayar bisa terjadi tergantung pengelola desa ini dan jangan khawatir dengan berisikan lebih dari 700 warga di dalam desa, Anda akan disambut dengan baik. Di sana terdapat rumah adat para warga, bangunan untuk beristirahat untuk sekedar duduk-duduk, dan tempat ibadah.

Editor: Admin
    Bagikan  

Berita Terkait